Jumat, 15 April 2011

Mengapa garam dan Gula Dapat Mengawetkan Makanan?

Baru-baru ini di pelajaran mulok biologi ada kegiatan mengawetkan makanan sederhana. Ya bahan yang paling umum adalah garam dan gula. Mengapa harus garam dan gula? akhirnya saya mendapatkan jawabannya:
Bagaimana cara gula mengawetkan buah-buahan, misalnya dalam pembuatan selai dan manisan ? Kita tahu bahwa gula, entah bagaimana caranya, dapat membasmi kuman atau bakteri, tetapi bagaimana cara kerjanya yang sebenarnya ?
Sebenarnya masih ada bahan lain yang dapat digunakan untuk mengawetkan bahan makanan, yaitu garam. Tetap dapat Anda bayangkan bagaimana rasa selai yang diawetkan dengan garam bukan. Bahkan mengawetkan bahan makanan dengan menggunakan garam dapat membuatnya bertahan lebih lama, seperti ikan asin dan sebagainya.
Walaupun gula dan garam menjalankan tugasnya dengan baik sekali dalam membunuh atau melumpuhkan mikro organisme sehingga makanan tidak cepat basi, tetapi gula dan garam hanya berfungsi sebagai pengawet jika larutan gula atau garam mempunyai kekepekatan yang tinggi atau sekitar 25%. Kebanyakan bakteri atau jamur tidak mampu bertahan hidup pada larutan gula atau garam yang pekat, tetapi bukan berarti mereka mati sama sekali karena terserang diabetes atau darah tinggi.
Yang terjadi adalah larutan gula atau garam mengisap hampir semua air dari mikroorganisme tersebut, dan membuat mereka mengalami dehidrasi, akibatnya mereka mengerut dan selanjutnya mati atau lumpuh.
Bagaimana gula atau garam dapat mengisap air dari suatu benda atau makhluk hidup? Jawabnya adalah melalui osmosis. Osmosis sesungguhnya hanyalah salah satu macam peresapan. Osmosis adalah peresapan air melalui sebuah membran tipis, dan itu terjadi setiap kali ada dua larutan berbeda konsentrasi (kepekatan) di seberang menyeberang sebuah membran. Air akan mengalir dari larutan kurang pekat ke larutan yang lebih pekat melewati membran. Membran biasanya terdapat pada dinding sel darah merah, pembuluh darah kapiler, atau pada bakteri. Bakteri pada dasarnya merupakan segumpal kecil protoplasma mirip jeli yang terbungkus dalam dinding sel yang berfungsi sebagai membran. Sedangkan protoplasma di dalamnya merupakan berupa air dengan bermacam-macam bahan terlarut di dalamnya.
Sekarang coba kita taburi bakteri dengan larutan garam pekat, maka yang terjadi adalah air yang terdapat di dalam tubuh bakteri tersebut akan terisap oleh larutan garam pekat, dan membuatnya mati atau lumpuh.
Hal itulah yang menyebabkan mengapa orang yang terkatung-katung di lautan tidak boleh meminum air laut, karena hal itu malah akan membuat tubuhnya menjadi lebih haus dan kekurangan cairan.
Semoga bermanfaat juga :)
Sumber: lintasberita.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Yang populer...

 
Copyright (c) 2010 Inspiration is Ilham. Design by WPThemes Expert
Themes By Buy My Themes And Cheap Conveyancing.